Rabu, 07 Maret 2012

Bukan Hari Sial Hanya Sedikit Lalai

Diawali hari dengan praktikum Teknologi Obat Herbal I dengan materi Penentuan Kadar Sari Kunyit, hari ini betul-betul menguras tenaga, pikiran dan emosi saya. Baiklah keluh kesah kebodohan saya mulai, diawali dengan bangun 06.55 WIB sedangkan praktikum dimulai jam 07.00 WIB baiklah kejorokan saya mulai juga, dengan pd-nya saya ke kampus bermodalkan senyum indah saya yg telah sikat gigi. Hahahaa untungnya dosen saya juga telat masuk. setelah 2 jam praktikum dengan sekian langkah yg dilakukan ditemukan lah kesalahan itu, ternyata pokok dari yang harus dilakukan terlupakan oleh kelompok 6 kelas b, ya itu adalah kelompok saya. Yah apa boleh buat, kita terima terima saja di amuki oleh dosen berbadan tinggi besar dengan rambut sebahu bergelombang.
Yahh praktikum pun berjalan tidak tepat waktu yang seharusnya selesai pukul 09.45, kami pun keluar dari laboratorium yg berada di lantai 4 dengan bangunan tanpa lift itu pukul 10.30, betapa cerobohnya kami hari itu dan kami pun harus cukup puas dengan penilaian hasil praktikum 2,5 dengan keterangan kurang.  Dengan tampang sangat kecewa saya pergi ke kantin tekhnik untuk menyantap sarapan pagi saya yang telat.
Singkat cerita sampai lah saya dikos. Singkat cerita pula sampai lah saya di laboratorium Analasis Kimia Kuantitatif, lagi-lagi saya merasa sangat bodoh, dan kesialan lainnya saya mendapatkan sampel yg saya tidak harapkan saya dapat di hari pertama praktikum ini, yaahhhh itu lah dia serbuk. Sampel yang sangat susah ditaklukan, dikerjakan, dan diawur dengan logika. Dan dengan kecerdasan yang dibuat sampailah saya pada tahap akhir, yaa penulisan jurnal, yang seharusnya sudah harus saya kerjakan dikos. Nah, tiba-tiba saya teringat ada tugas kuanti dgn deadline esok hari, kuanti itu sebutan untuk mata kuliah ini, yah kalo manusia diumpamakan sebagai nama panggilannya. Dengan feeling sangat buruk melaporlah saya kepada dosen pengawas saya. Tuh, kan apa yang saya takutkan terjadi itu hasilnya memang miss nya parah banget deh, dan praktikum pertama kuanti, saya harus merasa dan mengikhlaskan untuk puas dengan poin 40. Setidaknya itulah bayaran yang pantas untuk kelalaian saya hari ini. Pelajaran buat yang baca ini, pikir-pikir dulu kalo masuk farmasi, bagi yang udah terjun di farmasi milih mata kuliah yang bener sesuai kemampuan kalian, bagi yang sudah tenggelam di farmasi yah bersabarlah di farmasi, preaperin semua yang akan dilakukan besok, jangan lupa dibaca dulu modul dan prosedur kalo mau praktikum dan yang paling penting jangan lupa berdoa sama Tuhan serta selalu bersyukur atas semua yang dia beri. Ini kok jadi kaya emak-emak yaa aku, ya udah deh ambil yg baiknya aja dari tulisan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar